PENGALAMAN LIBURAN KE JOGJA

Pengalaman Liburan ke Jogja

Pengalaman Liburan Ke Jogja – Ngomongin soal Jogjakarta, kayanya nggak akan pernah ada habisnya ya. Selalu aja ada alasan untuk kembali ke kota yang ngangenin ini. Entah untuk sekedar nostalgia masa-masa kuliah dulu, atau mengunjungi daerah-daerah keren disana. Jogja memang punya magnet kuat yang menarik para wisatawan, termasuk para backpacker. Apalagi sesudah kemarin, Jogja jadi setting film AADC 2, kebayang deh Jogja bakalan makin keceh dan sulit ditolak pesonanya. 😉

Lucky me, tinggal di Semarang, pengen ke Jogja mah mudah aja. 3 jam perjalanan dan sampailah ke kota Gudeg. Melainkan gimana buat yang tinggalnya jauh dari Jogja dan punya kantong yang cukup mepet namun pengen banget traveling kesana. Berbahagialah kalian sebab Jogja itu kota yang mudah diakses dan ramah pengunjung. Ideal banget Saya punya tips nih tamasya di Jogja dengan budget terbatas namun tetep dapat optimal.

Booking Transportasi Sejak Dini
Sebenernya sih ini rumus mutlak bagi para backpacker. Booking tiket semenjak jauh hari emang rupanya lebih hemat. Untuk transportasi ke Jogja sendiri banyak banget opsinya. Ingin jalur darat dengan bis dan kereta; atau jalur udara malah dapat. Jogja telah punya bandara internasional yang membuka pelbagai rute dalam dan luar negeri. Silakan pilih pantas kantongmu ajah.

2. Datanglah ketika Low Season

Memang permasalahan sih. Ideal tanggal merah emang cocoknya jalan-jalan. Apalagi yang bawa si kecil-si kecil yang telah mulai sekolah, tanggal merah atau tamasya sekolah memang jadi opsi utama untuk tamasya keluarga. Melainkan resikonya kita seharusnya berbagi dengan ribuan orang yang punya kasus sama dengan kita. Bukannya nggak boleh sih, hanya nggak asyik aja kan jadinya. Kita nggak dapat puas merasakan daerah tamasya dan tiap-tiap mau foto-foto cantik, ada aja manusia lain yang ikutan pose di belakang kita. Dooohhh … sebagai travel blogger (sok ngaku-ngaku), ini tantangan berat buat saya. Pengen punya foto daerah tamasya yang cethar namun senantiasa aja terjebak kondisi ini. 🙁

Jogja memang kota yang terlalu ramah traveler, sampai-sampai saking ramahnya, Jogja senantiasa tumpah ruah pengunjung setipa tamasya panjang. Saya pernah ngalamin, cari parkiran aja dapat 2 jam sendiri dan jalur macet luar awam ketika pulang. Sejak itu abang udah tobat dan nggak mau lagi ke Jogja pas long weekend. Cari weekend awam aja deh atau seandainya dapat cuti pas low season malah lebih oke. jadi puas deh liburannya.

3. Mencari Penginapan Murah

Ini juga seharusnya dilakukan jauh sebelum tanggal kedatangan kalian guys. Jogja menawarkan banyak opsi hotel dari mulai bintang 5 sampe bintang jatuh alias hotel kelas backpacker. Hampir di seluruh daerah tersedia hotel murah, tinggal kalian pilih aja pantas keperluan.

Umpamanya booking hotel yang dekat dengan jalan masuk transportasi awam maupun yang deket daerah tamasya seperti di kawasan Malioboro.

4. Ngirit Urusan Perut

Pos budget untuk acara makan dapat banget disiasati ketika traveling, apalagi seandainya liburannya ke Jogja. Pantas kata pepatah, “when in Rome, do as the Romans do.” Jadi sebagai seorang backpacker sejati, kita seharusnya dapat berbaur dengan tradisi setempat. Daripada ngopi-ngopi cantik di resto dengan menu yang itu-itu lagi, mumpung di Jogja cobain dong kuliner khasnya. Buanyak banget makanan enak dan pastinya murah meriah di kota ini. Kamu dapat nyobain pecel yang ada di pasar Beringharjo, gudeg di Wijilan, mie lethek, lotek, mangut lele. menu angkringan, dan masih banyak lagi. Pokoknya tamasya di Jogja itu bikin kantong aman dan perut kenyang.

5. Bijak Memilih Transportasi Selama di Jogja

Kadang yang bikin males tamasya di Indonesia yakni jalan masuk transportasinya yang susyeeeh banget. Masa mo naik taksi kemana-kemana, pulang tamasya kita dapat mendadak jatuh miskin lah. Untungnya Jogja memang telah dikenal sebagai kota yang ramah traveler, malah untuk urusan transportasi. sedangkan di Jogja nggak ada angkutan perkotaan namun telah ada BRT atau trans Jogja yang tarif jauh dekatnya hanya Rp. 3.500. Ada juga bis kota, dan yang senantiasa jadi opsi saya sih persewaan sepeda, motor, atau malah mobil.

Untuk sewa motor perharinya hanya ditarif Rp.50.000 saja. Dengan adanya motor sewaan ini kita bebas menetapkan rute perjalanan kemana saja dan dapat optimal mengunjungi sebagian daerah dalam sehari. Nah buat kalian yang dateng ke Jogjanya rame-rame, dapat juga sewa mobil. Per harinya hanya bayar Rp. 350.000 aja. Biaya ini dapat di share dengan travel mates kau. Dengan saweran tarif yang keliatannya berat ini jadi lebih ringan kan? 🙂

6. Beraneka Pilihan Daerah Wisata

Rasanya sih apapun gaya tamasya kau, Jogja senantiasa punya jawaban yang pas. Kalian yang hobby tamasya alam, ada Gunung Kidul yang punya ribuan spot cantik. Ingin jelajah pantai, air terjun, telusur gua dan sungai, seluruh deh ada disini. Tarifnya malah betul-betul ramah di kantong. Umpamanya seandainya kalian tertarik ke Gunung Kidul, hanya dengan membayar satu tiket masuk yang harganya nggak sampai 20.000 kita telah dapat menjelajahi 13 pantai yang berdekatan. Dan seluruh pantainya Instagramable banget deh.

Buat yang lebih menyukai eksplore kota, ada banyak museum, Keraton, Taman Sari, amusement park yang ramah si kecil, sampai shopping dan nongkrong cantik di Malioboro. Wisata di dalam kota malah tarifnya murah meriah kok. Umpamanya nih mau ke Benteng Vredeburg, tiket masuknya hanya Rp. 2.000 ajah, mau nyenengin si kecil di Taman Pintar malah tidak dipungut bayaran tis. Dan jalan-jalan muterin Malioboro malah nggak perlu keluar duit lagi kecuali tarif makan dan minum.

7. Shopping Cerdas Ala Backpacker

Wisata hemat bukan berarti melarat dan seharusnya melupakan rencana shopping. Traveling tanpa rencana shopping kayanya kurang resmi ya, apalagi buat para backpacker cewek. Di Jogja, rencana shopping tetap dapat dilakukan dengan mulus dan jauh dari kata menyiksa dompet, sebab banyak banget daerah berburu oleh-oleh khas Jogja yang murah.

Kalian dapat belanja-belanji cantik di Pasar Beringharjo dan Malioboro. Kunci keberhasilan belanja disini hanya satu aja, pandai-pintarlah menawar karenanya kalian akan melenggang cantik dengan banyak barang. Apabila males umpel-umpelan di pasar tradisional, ada Mirota Batik di Malioboro yang punya banyak opsi. Batik, kerajinan tangan, sampe souvenir komplit disini.

Oya buat pecinta buku, saya beri tau daerah yang bakalan bikin kalian kalap deh. Ideal disebelahnya, Taman Pintar, ada shopping, sebuah daerah yang menjual buku-buku dengan harga yang jauh di bawah harga warung buku. Dari jaman kuliah disini lah saya biasanya berburu buku dan sampai kini malah, shopping masih jadi salah satu daerah favorit saya di Jogja.

Udah cukup 7 steps ajah untuk tamasya hemat dan menyenangkan di kota Jogja tercinta. Mumpung akhir tahun masih cukup lama, kayanya boleh deh diawali dari kini mempersiapkan tamasya hemat ke Jogjakarta. Satu yang pasti sekali ke Jogja, bakalan rindu deh untuk kembali.

About the Author

Leave a Reply

*